Purwokerto (Humas) Dalam upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan pemahaman ekonomi berbasis kerukunan sejak dini, MAN 2 Banyumas menggelar kegiatan penyampaian materi terkait Implementasi Insersi Pendidikan Perkoperasian. Kegiatan ini berlangsung di ruang Multimedia MAN 2 Banyumas pada Sabtu (13/06/2026).
Kegiatan krusial ini diikuti secara antusias oleh seluruh guru MAN 2 Banyumas. Kehadiran para pendidik secara lengkap ini dinilai penting agar persepsi dan strategi pengajaran nilai-nilai perkoperasian dapat terinternalisasi secara merata di seluruh lini mata pelajaran.
Kepala MAN 2 Banyumas, H. Muhamad Siswanto, M.Pd.I., hadir langsung sebagai pemateri utama. Dalam paparannya di hadapan para guru, beliau menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai perkoperasian ke dalam ekosistem pendidikan di madrasah.
“Koperasi bukan sekadar materi pelengkap dalam pelajaran ekonomi, melainkan fondasi karakter gotong royong dan kemandirian ekonomi yang harus diinsersikan (disisipkan) ke dalam berbagai aktivitas pembelajaran dan pembiasaan siswa,” ujar H. Muhamad Siswanto.
Beliau juga memaparkan bahwa insersi pendidikan perkoperasian ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menanamkan nilai-nilai koperasi, gotong royong, kemandirian, dan kewirausahaan kepada peserta didik sejak dini melalui integrasi dalam proses pembelajaran di sekolah.
Lebih lanjut, H. Muhamad Siswanto menjelaskan bahwa pendidikan koperasi ini sangat sejalan dengan nilai-nilai keagamaan yang mengajarkan semangat tolong-menolong (ta’awun), kepedulian sosial, dan kemandirian ekonomi umat. Beliau menggarisbawahi bahwa pengenalan nilai dan praktik koperasi sejak dini dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan karakter gotong royong, tanggung jawab, dan kebersamaan kepada peserta didik. Melalui koperasi madrasah, implementasi dari nilai-nilai syariat dan pembentukan karakter tersebut dapat diwujudkan secara nyata oleh seluruh warga madrasah.
Beliau juga menambahkan bahwa melalui langkah insersi ini, peran guru sangat sentral untuk membimbing peserta didik agar tidak hanya memahami teori koperasi secara tekstual, tetapi juga mampu mengimplementasikan prinsip-prinsipnya—seperti keadilan, kebersamaan, dan kekeluargaan—dalam kehidupan sehari-hari maupun pengelolaan rintisan usaha di lingkungan MAN 2 Banyumas.
Program Insersi Pendidikan Perkoperasian diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan, kemampuan bekerja sama, serta orientasi pada kesejahteraan bersama.
Ruang Multimedia yang menjadi lokasi acara tampak dipenuhi oleh para peserta. Jalannya pemaparan materi juga diselingi dengan sesi diskusi interaktif yang dinamis antara Kepala Madrasah dan para guru mengenai strategi teknis penerapan kurikulum insersi ini agar dapat berjalan efektif tanpa membebani beban belajar yang sudah ada.
Dengan adanya sosialisasi ini, MAN 2 Banyumas menegaskan komitmen seluruh tenaga pendidiknya untuk terus berinovasi dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul di bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga adaptif serta berjiwa teknopreneur yang berlandaskan asas perkoperasian nasional. (Mufi)
