Purwokerto (Humas) – Kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan oleh siswa-siswi MAN 2 Banyumas. Melalui kegiatan kokurikuler ecoprint yang dikembangkan oleh Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Mandala, para siswa sukses memanfaatkan daun eucalyptus sebagai bahan utama untuk menghasilkan kain ecoprint yang ramah lingkungan, bernilai estetika tinggi, sekaligus memiliki nilai ekonomis, Sabtu (19/6/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Eucalyptus Ecoprint Momsky ini menjadi bentuk nyata penerapan karya ilmiah terapan yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Teknik ecoprint sendiri memanfaatkan pigmen alami dari daun dan bunga untuk menghasilkan motif unik pada kain melalui proses kukus (steaming) maupun pukul (pounding) tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.
Praktik ini dinilai sangat sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, karena mendorong pemanfaatan bahan alami dan meminimalisasi penggunaan zat kimia pencemar lingkungan.
Kepala MAN 2 Banyumas, H. Muhamad Siswanto, M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi atas inovasi yang lahir dari tangan kreativitas para siswa ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti konkret bahwa proses pembelajaran di MAN 2 Banyumas tidak hanya terpaku di dalam ruang kelas, melainkan mampu diwujudkan melalui karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Pemanfaatan daun eucalyptus menjadi kain ecoprint merupakan hasil karya ilmiah terapan yang sangat baik. Selain memiliki nilai seni dan berwawasan lingkungan, produk yang dihasilkan juga memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga dapat menjadi bekal keterampilan berwirausaha bagi peserta didik,” ujar H. Muhamad Siswanto.
Senada dengan Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Khayat Fatuddin, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa capaian ini menegaskan eksistensi KIR Mandala dalam menumbuhkan budaya riset dan inovasi di kalangan siswa.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa MAN 2 Banyumas mampu menghasilkan karya ilmiah terapan yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga memiliki manfaat nyata dan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” tuturnya.
Dari sisi akademik, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, M. Irfangi, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ecoprint merupakan bagian dari program kokurikuler yang dirancang untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler sekaligus memperkuat pengembangan karakter peserta didik.
M. Irfangi merinci, terdapat berbagai manfaat holistik yang diperoleh siswa melalui kegiatan ini, di antaranya:
-
Mengenal Keanekaragaman Hayati: Siswa belajar mengidentifikasi berbagai jenis tanaman dan sumber pewarna alami di lingkungan sekitar.
-
Mengasah Kreativitas: Melatih kepekaan seni dalam menciptakan motif tekstil yang unik dan tidak ada duanya.
-
Melatih Soft Skills: Menumbuhkan sikap kolaborasi, ketelitian, dan kesabaran ekstra selama proses pembuatan ecoprint.
-
Menanamkan Kesadaran Ekologis: Mengajak siswa memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dan menghindari penggunaan bahan kimia sintetis.
Sementara itu, Pembina KIR Mandala, Adhitya Budhi, S.Sos., menambahkan bahwa ecoprint merupakan sarana pengayaan yang sangat efektif. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya belajar tentang proses produksi hijau (green production), tetapi juga memahami bagaimana sebuah ide ilmiah dapat dikonversi menjadi produk yang memiliki nilai guna (utility) dan nilai jual (marketability).
Di bawah bimbingan langsung dari fasilitator ahli, Bu Yeni dan Bu Leni, para siswa tampak antusias mengikuti seluruh tahapan pembuatan ecoprint. Prosesi dimulai dari pengenalan bahan alami, perlakuan khusus pada kain (mordanting), penyusunan pola daun di atas kain, hingga proses pengukusan yang membutuhkan ketepatan waktu. Hasil akhir dari proses panjang ini adalah selembar kain dengan motif khas eucalyptus yang eksklusif, di mana setiap kain memiliki karakteristik unik yang tidak dapat direplikasi secara identik.
Melalui keberhasilan proyek kokurikuler ini, MAN 2 Banyumas terus menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi dan karya ilmiah terapan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Kegiatan ecoprint ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran berbasis praktik (experiential learning) mampu melahirkan produk kreatif yang mendukung pelestarian bumi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi generasi muda. (Mufi/Arb)
