Purwokerto (Humas) – Sebanyak 225 peserta yang terdiri dari siswa kelas XII program Vokasi serta jajaran Guru Vokasi MAN 2 Banyumas mengikuti kegiatan sosialisasi strategis mengenai peluang kerja global pada Selasa (16/12) di Ruang Multimedia. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kunci dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk memberikan pembekalan mendalam mengenai mekanisme penempatan kerja internasional yang aman dan prosedural.
Direktur Jenderal Penempatan KP2MI, Ahnas, S.Ag., M.Si., membuka sesi pengarahan dengan menekankan bahwa bekerja di mancanegara merupakan misi besar yang menuntut kesiapan utuh. “Bekerja di luar negeri bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi membutuhkan kesiapan kompetensi, pemahaman prosedur resmi, perlindungan hukum, serta mental yang kuat,” ujarnya.
Ahnas menambahkan bahwa Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia(KP2MI/BP2MI), merupakan salah satu Kementerian yang menyelenggarakan suburusan pemerintahan pelindungan pekerja migran Indonesia yang merupakan lingkup dari urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan. KP2MI memiliki tugas dan fungsi sebagai perumusan, penetepan kebijakan, serta pelaksanaan pelindungan dan Penempatan Pekerja Migran Indonesia. Pada sisi penempatan KP2MI memiliki Program Penempatan antar pemerintah dengan pemerintan di luar negeri yang biasa kami sebut dengan G to G yakni yang sedang terjalin dengan negara penempatan seperti Korea Selatan, Jepang dan German.
Ahnas juga memaparkan program unggulan nasional “SMK Go Global” yang menargetkan 500.000 lulusan SMK/SMA/MAN untuk merambah pasar kerja internasional dengan kompensasi tinggi melalui jalur resmi pemerintah.
Selanjutnya, Direktur Penempatan Nonpemerintah, Nurhayati, S.Pd., M.Si., memaparkan secara detail mekanisme penempatan dan peta peluang karier global yang kini terbuka semakin lebar. Ia menyebutkan sedikitnya 15 negara tujuan strategis yang dapat menjadi pilihan karir lulusan, mulai dari kawasan Asia, Timur Tengah, hingga Eropa.
“Peluang kerja kini tersedia di berbagai negara seperti Taiwan, Malaysia, Turki, Bulgaria, Brunei Darussalam, Polandia, Kroasia, Uni Emirat Arab, Kuwait, Slovakia, Arab Saudi, Qatar, Jepang, Jerman, hingga Korea Selatan,” urai Nurhayati.
Sebagai langkah preventif, Nurhayati memberikan peringatan keras kepada para siswa untuk selalu menjaga keamanan dan legalitas diri. Ia mengimbau calon peserta untuk selalu memverifikasi lowongan resmi melalui situs layanan perlindungan Pekerja Migran Indonesia. “Pastikan selalu mengecek lowongan resmi melalui laman SISKOP2MI di https://siskop2mi.bp2mi.go.id agar terhindar dari risiko jalur nonprosedural,” tegasnya.
Dukungan Kemenag dan Visi “Siap Kuliah Siap Kerja” Mewakili Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Kasi Pendma, Dr. H. M. Wahyu Fauzi Aziz, S.H., M.Si., menegaskan bahwa MAN 2 Banyumas sebagai Madrasah Aliyah Plus Keterampilan memiliki posisi unik dan strategis untuk mencetak SDM yang “Maju, Bermutu, dan Mendunia”. Wahyu Fauzi juga mengingatkan agar kompetensi global tersebut tetap dibarengi dengan penguatan karakter dan spiritual.
Senada dengan hal tersebut, Kepala MAN 2 Banyumas, H. Muhamad Siswanto, M.Pd.I., menyambut optimis sinergi ini. “Kegiatan ini membuktikan bahwa MAN 2 Banyumas sangat serius mewujudkan slogan ‘Siap Kuliah Siap Kerja’. Kami menyiapkan lulusan yang kompetitif untuk melanjutkan studi, langsung bekerja, maupun menjalankan keduanya secara beriringan di kancah global,” pungkas Siswanto. (Mufi)
