Purwokerto (Humas) – MAN 2 Banyumas menjadi tuan rumah penutupan ajang Porseni Madrasah MI-MTs-MA Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 pada hari ini, Rabu (30/07/2025).
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Suyitno, M.Ag. menutup kegiatan Porseni dengan suka cita. Turut mendampingi beliau, Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Dr. H. Saiful Mujab, M.A, Wakil Bupati Banyumas, Hj. Dwi Asih Lintarti dan Rektor UIN Saizu, Prof. Dr. H. Ridwan, M.Ag.
Hadir pula, jajaran Kabid yaitu Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jateng, H. Ahmad Faridi, S.H.I, Kabid Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kanwil Kemenag Jateng, H. Nurzaini Wahyu Widodo S.Kom, SH.M.Hum, Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng, Amin Handoyo dan Kabag TU Kanwil Kemenag Jateng, Dr. H. Wahid Arbani S.Ag., M.SI beserta Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Dr. H. Ibnu Asaddudin, S.Ag., M.Pd juga kepala kantor kabupaten/kota se-Jateng dan kepala madrasah se-Banyumas.
Hasil dari kegiatan, Kabupaten Banyumas menjadi juara umum. Kontingen MI dan MTs Banyumas menjadi juara I dengan torehan total 12 emas, empat perak dan delapan perunggu. Sementara untuk kontingen MA masuk di peringkat 10 besar.
Saat menyampaikan pembinaan, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Suyitno, M.Ag mengatakan bahwa prestasi juara umum yang diraih Banyumas akan menginspirasi bagi Kantor Kemenag kabupaten/kota lain di Jateng yang belum mendapat juara umum.
“Mohon, Kakanwil beserta jajaran sebagai bagian dari talent pool untuk menggali potensi talent, minat dan bakat anak-anak,” lanjutnya.
Dirjen menilai media Porseni Madrasah Jateng sangat strategis sebagai ajang agar peserta didik madrasah bisa menjadi dirinya sendiri. Orangtua saat ini kepada anaknya sendiri pun tidak bisa lagi mendesain putra-putrinya sama sepertinya. Semua yang dikatakan dan dicontohkan menjadi role model termasuk kaitannya dengan bina bakat seni dan olahraga.
“Jangan sampai salah memahami talent anak-anak. Anak-anak terkadang memiliki talent yang tidak bisa kita pahami. Orang yang memiliki talent seni dan olahraga akan memiliki sikap sportif. Porseni sebagai upaya menjadikan anak-anak dari diri sendiri,” ingat dia.
Dirinya meminta kepada seluruh kepala madrasah agar setiap hari peserta didik diperdengarkan lagu-lagu nasional dan wajib sehingga ruang-ruang di madrasah diwarnai dengan nasionalisme. Mitigasi protektif kepada peserta didik wajib dimiliki madrasah.
“Pertama jangan sampai anak-anak kita asing dengan lagu-lagu negaranya sendiri. Asing dengan budayanya sendiri. Kedua seni tidak hanya untuk kepentingan estetis tetapi punya legacy yang sangat kuat untuk kepentingan dakwah. Islam do Indonesia lebih cepat, familiar dan efektif dari sisi pendekatannya karena dakwah yang dilakukan pada wali terdahulu dengan media seni. Jadi seni itu sangat efektif,” pungkasnya.
Ucapan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia dan penyelenggara Porseni Madrasah Jateng 2025 disampaikan oleh Wakil Bupati Banyumas, Hj. Lintarti Dwi Asih.
Lintarti menyampaikan bahwa Kanwil Kemenag Jateng dan Kantor Kemenag Banyumas serta seluruh pihak terkait telah melaksanakan kegiatan dengan baik dan sukses.
“Persiapan yang matang, koordinasi solid dan semangat kebersamaan membawa Porseni tahun ini di Banyumas berjalan dengan lancar, aman, nyaman, tertib serta penuh sportivitas,” katanya.
Atas nama Pemkab Banyumas dan seluruh masyarakat, terbesit rasa bangga dan syukur karena Banyumas dipercaya menjadi tuan rumah Porseni Madrasah Jateng 2025. Kepercayaan ini menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab yang wajib dijaga sebaik mungkin.
“Kami berharap pengalaman sebagai tuan rumah Porseni Madrasah Jateng menjadi pemantik semangat untuk terus memperbaiki diri meningkatkan kualitas, sarana dan prasarana serta memperkuat kolaborasi agar ke depan semakin banyak kegiatan besar baik di tingkat provinsi maupun nasional yang dilaksanakan di Banyumas. Semoga Banyumas menjadi rumah yang berkesan ramah dan indah bagi seluruh kontingen kabupaten/kota di Jateng,” tutupnya. (Mufi)
