Purwokerto (Humas) – MAN 2 Banyumas melaksanakan Launching Gerakan Kemenag ASRI (Aman, Sejuk, Rindang, dan Indah) pada hari ini, Jumat (19/9). Sesuai Surat Edaran Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI Nomor 27 Tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan Gerakan Kemenag ASRI, serta keputusan rapat koordinasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas pada tanggal 16 September 2025, launching Gerakan Kemenag ASRI ini dilaksanakan di seluruh unit dan satuan kerja Kementerian Agama Republik Indonesia secara serentak.
Acara apel pembukaan kegiatan di lapangan dalam, mengawali launching Gerakan Kemenag ASRI. Wakamad Bidang Kesiswaan, Khayat Fatuddin, S.Pd.I., M.Pd.I. turut serta memberi arahan kepada peserta terkait teknis pelaksanaan kegiatan.
Khayat menjelaskan bahwa launching Gerakan Kemenag ASRI (Aman, Sejuk, Rindang, dan Indah) yang dilaksanakan pada hari ini bukanlah kegiatan spontalitas, namun baru titik awal sebagai tonggak menuju empat sasaran penataan lingkungan kerja di madrasah yang harus ditradisikan.
Sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Gerakan Kemenag ASRI, Sasaran kerja meliputi Penataan keamanan lingkungan kantor; Penataan ruang terbuka hijau menjadi kantor sejuk; Penanaman pohon perindang di lingkungan kantor; dan Penataan tata ruang kantor yang tertib dan indah.
Sesi penandatanganan bersama dari Civitas Akademika dan Peserta Didik MAN 2 Banyumas siap mensukseskan Gerakan Kemenag ASRI mengakhiri acara apel pembukaan launching Kemenag ASRI.
Usai apel pembukaan, GTK dan Peserta Didik melaksanakan kegiatan kerja bakti di beberapa titik tempat yang telah ditentukan. Kerja bakti tersebut meliputi penataan fasilitas dan ruang kerja sesuai standar keamanan lingkungan, penyediaan jalur evakuasi bencana dan sarana P3K. perawatan taman, pemilahan sampah, dan kebersihan lingkungan kantor dan kelas belajar.
Kepala MAN 2 Banyumas, H. Muhamad Siswanto, M.Pd.I. menyampaikan bahwa Gerakan Kemenag ASRI diinisiasi sebagai respons terhadap Asta Cita Presiden dan Asta Protas Menteri Agama. Gerakan ini mengusung gagasan “Ekoteologi”, sebuah pendekatan yang menggabungkan nilai-nilai agama dengan kesadaran ekologis dimana Ekoteologi mengajarkan bahwa bumi adalah amanah yang harus dijaga.
Pelaksanaannya melibatkan seluruh pegawai dan pemangku kepentingan secara partisipatif, dengan memperhatikan karakteristik ekologis lokal. Gerakan ini berfokus pada integrasi dalam budaya kerja dan bersinergi dengan nilai-nilai spiritual serta ajaran agama.
Misi dan prinsip gerakan ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi merupakan langkah transformatif untuk membangun budaya kerja yang selaras dengan alam, memperkuat tanggung jawab ekologis, dan mengintegrasikan nilai-nilai religiusitas ke dalam pengelolaan lembaga yang berkelanjutan. Gerakan ini adalah kelanjutan dari program Penanaman 1 Juta Pohon yang telah dilaksanakan pada bulan April 2025.
Lebih lanjut, Siswanto berharap program ini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja pegawai, kenyamanan belajar peserta didik dan kepuasan layanan publik di MAN 2 Banyumas. (Mufi)
