PURWOKERTO — Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas, H. Muhamad Siswanto, M.Pd.I., secara resmi membuka kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK), serta perwakilan pengurus ekstrakurikuler Tahun Pelajaran 2026/2027.
Bertempat di Ruang Multimedia madrasah pada Jum’at (7/8/2026), kegiatan ini sekaligus menghadirkan beliau sebagai keynote speaker yang memaparkan visi strategis pengembangan karakter dan mutu peserta didik. Acara pembukaan turut dikukuhkan secara simbolis melalui pengalungan tanda peserta, yang menandai dimulainya rangkaian pelatihan secara resmi.
Dalam arahannya di hadapan para peserta, Siswanto secara khusus menegaskan kembali urgensi Grand Design MAN 2 Banyumas yang berorientasi pada mutu lulusan. Madrasah telah merumuskan peta jalan kesuksesan alumni ke dalam tiga pilar utama yang adaptif dengan dinamika zaman:
- Melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit baik dalam negeri maupun luar negeri.
- Terserap di dunia kerja pada perusahaan terkemuka.
- Mengambil jalur mandiri melalui program kuliah sambil bekerja.
Salah satu poin krusial yang disoroti dalam kesempatan tersebut adalah dorongan moral bagi para murid kelas XII—khususnya yang segera purna tugas dari kepengurusan—untuk memiliki keberanian melanjutkan studi ke luar negeri. Menurut Siswanto, terdapat korelasi yang erat antara mentalitas global dengan tempaan pengalaman berorganisasi.
“Ini ada relevansi antara keberanian kuliah di luar negeri dengan kompetensi murid-murid yang telah lama berkecimpung di organisasi OSIM dan lainnya,” ungkap Siswanto.
Beliau membedah keunggulan kompetitif yang melekat pada diri para aktivis madrasah, di antaranya:
- Kepemimpinan dan Kepercayaan Diri (Leadership & Self-Confidence): Memiliki keberanian untuk tampil dan mengambil inisiatif.
- Pola Pikir Solutif (Good Mindset): Terlatih memecahkan masalah (problem solving) melalui dinamika ekosistem organisasi yang kompleks.
- Adaptabilitas Tinggi: Kemampuan penyesuaian diri yang kuat di berbagai lingkungan asing, termasuk merantau ke luar negeri untuk tujuan akademik maupun profesional.
Siswanto mengingatkan bahwa keaktifan berorganisasi harus berjalan beriringan dengan keunggulan akademik. Kombinasi harmonis antara kecakapan manajerial dan prestasi intelektual diyakini mampu melahirkan profil lulusan yang paripurna.
“Inilah relevansi berorganisasi dengan kesuksesan anak. Selanjutnya adalah kompetensi akademik yang tidak bisa diabaikan selain pengembangan diri dalam organisasi. Jadi akan menjadi super keren jika ada anak yang memiliki kompetensi dan mampu menjuarai ajang kompetisi di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya memotivasi.
Sebagai penutup arahan, beliau menekankan pentingnya merajut impian besar serta menjaga keteguhan karakter islami sebagai identitas utama madrasah. Konsistensi dalam menegakkan ibadah, seperti menunaikan sholat berjamaah, ditempatkan sebagai fondasi moral yang tidak boleh ditawar.
Sementara itu, Wakamad Bidang Kesiswaan, Khayat Fatuddin, S.Pd.I., M.Pd.I., dalam laporan penyelenggaraannya menyampaikan bahwa kegiatan kepemimpinan ini bertujuan membekali pengurus baru dengan kecakapan manajerial, kedisiplinan, kemandirian, rasa tanggung jawab, serta efektivitas pengelolaan organisasi sekolah.
Pembina OSIM, Deni Firman Suprayogo, S.Pd., menambahkan bahwa LDK OSIM, MPK, dan Ekstrakurikuler ini diikuti oleh 91 peserta pilihan yang merupakan perwakilan dari 14 Seksi Bidang (Sekbid) serta MPK. Kegiatan intensif ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 7 hingga 8 Agustus 2026.
Melalui penyelenggaraan LDK ini, MAN 2 Banyumas optimis dapat mencetak generasi pemimpin masa depan yang cerdas secara intelektual, matang secara organisasi, serta memiliki keteguhan spiritual yang kokoh. (Mufi)
