Blog Post

Prestasi Tim Robotik MAN 2 Banyumas Pada Ajang Madrasah Robotics Competition (MRC) 2021

Prestasi Tim Robotik MAN 2 Banyumas Pada Ajang Madrasah Robotics Competition (MRC) 2021

MAN 2 Banyumas, Purwokerto – Prestasi di musim pandemi mungkin adalah kata yang tepat untuk menggambarkan dua siswa Tim Robotik MAN 2 Banyumas yang lolos seleksi pada kegiatan Kompetisi Robotik Madrasah Ke-7 Tahun 2021 atau Madrasah Robotics Competition (MRC) 2021. Pengumuman lolos seleksi diinformasikan melalui situs resmi https://madrasah.kemenag.go.id pada hari Rabu (8/9/2021).  

Pengumuman yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Nomor : B-2890/Dj.I/Dt.I.I/HM.01/9/2021 tersebut dalam situs resmi menyebutkan bahwa seleksi peserta Kompetisi Robotik Madrasah 2021 telah dilakukan pada tanggal 3-7 September 2021. Proses penilaian dilakukan oleh tim juri professional dan independen. Adapun jumlah seluruh peserta adalah 490 tim terdiri atas 69 tim Madrasah Ibtidaiyah (MI), 182 tim Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 239 tim Madrasah Aliyah (MA). Tim Robotik Madrasah yang mendaftar tersebut berasal dari 23 provinsi. 

Dengan hasil lolos seleksi tersebut berarti Tim Robotik MAN 2 Banyumas yang diwakili oleh Eka Erlangga Putra Syariful Hannan dan Faiz Khoirul Fuadi berhak maju ke babak 30 besar yang akan dilaksanakan secara tatap muka di Mall @AlamSutera Tangerang Selatan Banten pada tanggal 16-17 Oktober 2021 untuk katagori Kategori Mobile Robot.

Dalam kompetisi tersebut Tim Robotic MAN 2 Banyumas menampilkan “Robot Kepiting”. Istilah tersebut mungkin karena capitnya yang mirip kepiting. Begitu kata Eka dan Faiz yang sekarang duduk di bangku kelas X MIPA 2.

Ketika dikonfirmasi pihak madrasah, Eka menjelaskan bahwa fungsi dari robot kepiting yaitu untuk mendeteksi objek yang terdeteksi melalui sensor ultrasonik  dan membaca barcode barang yang ditentukan serta memindahkan barang, cara kerja robot line follower(kepiting) yaitu robot akan berjalan mengikuti garis yang digerakan menggunakan sensor garis infared dan setelah itu robot akan mendeteksi barang tersebut melalu sensor ultrasonik setelah itu robot akan membaca barcode yang ada dibenda tersebut melalui sensor barcode setelah robot sudah membaca maka robot akan memindahkan barang tersebut dengan menggunakan kedua capit yang digerakan oleh 2 servo ke tempat yang ditentukan.

Pengalaman Eka pertama kali menciptakan robot adalah dengan bereksprimen membuat rc kapal dan membuat robot dari sikat wc sedangkan Faiz membuat Robot Avoider dalam ekperimen pertamanya. Robot Avoider adalah sebuah mobile robot yang menggunakan sensor ultrasonik, dan ketika ada halangan robot itu akan berhenti lalu menghindari halangan dengan cara memutar ke kanan/ke kiri, apabila robot tersebut menggunakan servo/menggunakan lebih dari 1 sensor ultrasonik (kebanyakan menggunakan 3) robot tsb akan memilih ruang kosong/tanpa halangan untuk memutar ke kanan/ke kiri.

Di saat yang lain setelah pengumuman seleksi Madrasah Robotics Competition (MRC) 2021 dirilis, Pembimbing Tim Robotik MAN 2 Banyumas, Drs. Aminudin, ST mengungkapkan perasaan senang dan bangga atas keberhasilan siswa didiknya yang masuk 30 besar dari 239 Tim peserta yang mendaftar. Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa untuk persiapan selanjutnya Eka dan Faiz akan melakukan praktik yang lebih mendalam untuk memahami lagi tentang pemrogaman coding yang ada dalam robot line follower. “Mudah-mudahan Tim Robotik MAN 2 Banyumas mampu bekerja sampai babak final,” beliau menambahkan.

Madrasah Robotics Competition (MRC) tahun ini mengusung tema “Robots for Global Pandemic” dimana teknologi robot diharapkan dapat membantu menyelesaikan isu-isu penting dunia, yakni pandemi Covid-19 yang melanda selama dua tahun terakhir ini. Misinya adalah menerapkan teknologi robot untuk menjawab tantangan yang dimunculkan oleh Covid-19, baik itu di bidang Kesehatan, Sosial, Ekonomi, dan Ketahanan hidup. Tema ini diharapkan menginspirasi generasi penerus untuk sadar akan bahaya Covid-19 dan memecahkan masalah yang ditimbulkan dari Covid-19 ini. Kompetisi Robotik Madrasah 2021 ini dipadukanlah dengan beragam kemampuan di bidang sains, teknologi, engineering, seni dan matematika. Kemampuan-kemampuan tersebut harus diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam memecahkan masalah manusia di muka bumi. (Mufi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts