Purwokerto (Humas) – Kegiatan Penerimaan Calon Penegak (PCP) Ambalan Sunan Kalijaga dan Dewi Masitoh di MAN 2 Banyumas ditutup dengan materi yang sangat krusial, yakni Sosialisasi Anti Bullying. Kegiatan hari kedua ini, Ahad (12/10), mendatangkan langsung perwakilan Duta Genre Kabupaten Banyumas.
Dua sosok inspiratif, Sultan Rafi Muzaki dan Ega Hastadewi, yang merupakan Duta Genre Kabupaten Banyumas 2025, hadir sebagai pembicara. Keduanya bertugas mengedukasi masyarakat, khususnya remaja dan pelajar, mengenai pentingnya pencegahan perundungan, kekerasan pada anak, serta isu-isu strategis remaja lainnya. Program Duta Genre sendiri berada di bawah naungan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Banyumas.
Dalam sesi yang interaktif, Sultan dan Ega memaparkan secara lugas mengenai pengertian bullying, jenis-jenis perundungan, hingga dampak negatif yang ditimbulkan, baik bagi korban maupun pelaku. Metode penyampaian menggunakan cerita bergambar, video edukatif, dan sesi tanya jawab yang membuat materi mudah dicerna dan mendapat antusiasme tinggi dari 431 siswa peserta.
Kepala MAN 2 Banyumas, H. Muhamad Siswanto, M.Pd.I., menegaskan dukungannya terhadap upaya membangun budaya positif di lingkungan madrasah sebagai benteng utama pencegahan bullying. Siswanto menyebutkan bahwa madrasah telah menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menekankan kedisiplinan, toleransi, dan rasa saling menyayangi.
“Pembiasan sholat Dzuhur dan Ashar berjama’ah di masjid serta membuka ruang dialog siswa melalui guru, wali kelas, dan BK menjadi program dan saluran untuk mencegah kasus perundungan di madrasah,” ungkap Siswanto.
Siswanto menambahkan bahwa kasus bullying pada pelajar sejatinya menghancurkan masa depan generasi bangsa.
Wakamad Bidang Kesiswaan, Khayat Fatuddin, S.Pd.I., M.Pd.I. berharap melalui sosialisasi ini, para Calon Penegak MAN 2 Banyumas dapat menumbuhkan kesadaran empati dan rasa saling menghargai. Tujuannya adalah menciptakan suasana belajar yang positif, bebas dari kekerasan, serta mengajak siswa-siswi untuk turut aktif membantu pemerintah daerah dalam menangkal persoalan sosial di lingkungan remaja. (Mufi)
