Purwokerto (Humas) – Pemerintah kian serius menanamkan investasi terbaiknya pada generasi muda melalui kesehatan. Hari ini, Senin (13/10), Puskesmas Purwokerto Timur I menggelar Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara ‘jemput bola’ di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas, sebagai implementasi program nasional dari Kemenkes RI.
Programmer UKS Puskesmas Purwokerto Timur, Andika Mia Hapsari, menjelaskan bahwa CKG adalah bagian fundamental dari upaya transformasi kesehatan, yang menggeser paradigma dari mengobati (kuratif) menjadi mencegah (promotif dan preventif).
“Ini adalah program Bapak Presiden Prabowo melalui Kemenkes, yang kami laksanakan untuk memastikan tidak ada satu pun anak yang terlewat dari pemeriksaan kesehatan dini,” ujar Mia, sembari menyebut timnya berkekuatan 18 petugas, termasuk Dokter dan Perawat, untuk memaksimalkan pelayanan di MAN 2 Banyumas.
“Puskesmas Purwokerto Timur I sendiri telah melayani lebih dari 10.000 pelajar di wilayahnya, hampir mencapai target yang ditentukan yaitu sebelas ribu lebih. CKG ini dirancang untuk memberikan ‘rapor kesehatan’ tahunan bagi setiap siswa, yang hasilnya akan terintegrasi dalam sistem Puskesmas untuk tindak lanjut,” tambah Mia.
Mekanismenya, Mia menjelaskan bahwa untuk deteksi dini, pemeriksaan CKG dibagi berdasarkan jenjang kelas dengan rincian:
• Kelas XI dan XII: Meliputi pemeriksaan fisik dasar seperti berat badan (BB), tekanan darah (Tensi), gula darah sewaktu (GDS), tajam indra (mata, telinga), kesehatan gigi dan mulut, dan kebersihan kuku.
• Kelas X (Khusus Putri): Sama seperti kelas XI dan XII hanya ada tambahan pemeriksaan Hemoglobin (Hb), difokuskan pada siswi remaja putri saja sebagai upaya krusial deteksi dini anemia.
• Dan semua siswa mendapatkan vitamin penambah darah.
“Kesehatan anak adalah prioritas utama. Dengan deteksi dini masalah seperti anemia, gizi buruk, hingga gangguan penglihatan, kita dapat segera memberikan intervensi yang tepat. Ini jauh lebih efisien dan efektif daripada mengobati saat penyakit sudah parah,” tegas Mia.
Kepala MAN 2 Banyumas, H. Muhamad Siswanto, M.Pd.I., menyambut positif program pemerintah yang didukung penuh oleh Kemenkes melalui Puskesmas Purwokerto Timur I. Ini selaras dengan program madrasah dalam hal ini adalah UKS dimana MAN 2 Banyumas memiliki jumlah peserta didik yang besar yaitu 1.640 siswa.
Siswanto menilai, CKG bukan sekadar layanan kesehatan, melainkan pondasi untuk masa depan. “Pemeriksaan rutin kesehatan merupakan sebuah investasi jangka panjang dalam Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat, produktif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Siswanto berharap, dampak positif program ini akan menjamin tumbuh kembang optimal dan menyiapkan generasi penerus bangsa yang unggul, menekan angka kesakitan, meningkatkan fokus belajar, dan pada akhirnya mengurangi beban biaya kesehatan negara di masa mendatang. (Mufi)
